OG Dota 2 Team Terbaik Pada The International 2019 (TI9)

OG Dota 2 merupakan team yang dibuat sebagai team baru pada mantan pemain (monkey). Telah melakukan terobosan pada Frankfurt Major pada November 2015. Yang pada saat itu OG Dota 2 sudah berjuang melalui lower bracket. Kemudian sudah mengalahkan juara dan runner-up sekaligus pada TI5. Yaitu Evil Geniuses dan CDEC gaming yang pada saat itu juga menampilkan penampilan yang cukup apik. Dengan memenangkan Kiev Major 2017 membuat OG menjadi team yang pertama. Yang pertama dapat memenangkan 4 kejuaraan Dota 2 utama pada saat itu.

Lebih mencengangkan lagi ketika team OG memenangkan TI8 (The International 2018) melalui kualifikasi terbuka regional mereka. Dan final ini menjadikan OG menjadi satu-satunya team yang tampil pada seri lebih dari 1 kali. Kemudian yang tidak disangka-sangka lagi OG menjadi pemenang pada TI9 (The International 2019). Yang menjadikannya menjadi team Dota 2 pertama yang mampu memenangkan TI 2 kali berturut-turut. Berikut ulasannya dalam artikel menarik berikut ini.

Isi Dari Squad OG Dota 2

Squad OG Dota 2 sendiri dipimpin oleh n0tail, yang memiliki nama asli Johan Sundstein yang merupakan orang berkelahiran Denmark. Memulai karir pada game kompetitif Heroes of Newerth yang merupakan salah satu game MOBA mirip Dota 2. N0tail juga merupakan pemain solo midle yang sangat berbakat. Kemudian seiring berjalannya waktu, dia berganti role menjadi support dan menjadi leader bagi OG Dota 2 team.

OG Dota 2 Team Terbaik Pada The International 2019  Johan Sundstein

Pada TI9 OG memastikan diri sebagai team Dota 2 terbaik dengan mengalahkan Team Liquid. Yang notabennya juga memiliki kans yang cukup kuat setelah mereka memenangkan TI7. Menariknya dari team Liquid ialah mereka habis membantai musuh-musuhnya di lower bracket tanpa ampun. Dan tidak memberikan skor pada musuhnya sama sekali. Banyak pengamat yang memperkirakan bahwa Liquid akan mengulang kejayaan pada The International 2017. Namun, ketika mereka membantai musuh-musuh mereka juga di lower bracket. Namun kali ini berbeda, lawan yang mereka hadapi kali ini ialah team OG yang merupakan pemenang TI8 yang cukup bergengsi.

Dengan memenangkan pertempuran besar itu, OG berhak membawa pulang Aegis of Champions dan berhak membawa pulang uang tunai sebesar $15.578.510. Hadiah tersebut jika dirupiahkan bisa setara dengan 222 Milliar rupiah, sungguh uang yang sangat berlimpah! Team yang beranggotakan carry Ana, n0tail dan JerAx sebagai support. Serta ceb offlane dan topson midlaner berhasil mengalahkan tim liquid yang berjaya pada lower bracket.

Pertandingan Final TI9 OG Dota 2 VS Team Liquid Dota 2

Pada game pertama, Liquid memberikan perlawanan yang significant. Pada game pertama Liquid memberikan kejutan pada OG. Yaitu dengan melakukan meepo pick. Disitulah OG mulai terpojok dengan tidak bisa menahan laju dari farming meepo yang dimainkan oleh w33haa. Terutama sulitnya membuat Ana untuk farming. Yang saat itu menggunakan spectre yang terkenal merupakan hero yang sulit untuk farming jungle pada level awal. Dimana saat itu w33haa dengan meeponya menghancurkan lane, sama halnya dengan yang dilakukan Topson. Namun bedanya Topson fokus untuk creating space bagi Ana untuk farming. Sedangkan meepo bertarung dengan seluruh anggota team Liquid sehingga semua anggota rata mendapat gold serta kembali farming. Sedangkan hero Topson yang saat itu Tiny bukanlah merupakan hero farming.

Mungkin awal game Topson bisa menyeimbangkan lane dan menghancurkan lane-lane lawan. Tapi di midgame ke atas mulailah meepo dan TA dari miracle mulai gemuk. Serta, meratakan lane yang dihuni oleh Ana sehingga sulit untuk farming. Namun OG masih bisa bertahan ketika Ana sudah menyelesaikan radiancenya, yang bahkan hampir membalikan keadaan dan menang. Sayangnya team OG kurang bersabar dalam naik ke highground Liquid dan melakukan blunder sehingga teamwipe. Ana yang melakukan buyback terlambat dan akhirnya Liquid berhasil menghancurkan ancient dan game 1 dipegang oleh Team Liquid.

OG-Dota-2-Team-Terbaik-Pada-The-International-2019-(TI9) team liquid

Berjalannya Game 2 The International 2019

Pada game 2, kembali liquid mengambil 2 hero andalannya pada game pertama yaitu Templar Assasin dan Tidehunter. Sama halnya dengan OG Dota 2 yang tetap mengambil Tiny sebagai hero andalannya selama TI9 ini. Dan hal ini berbuah hasil pada OG yang kembali pick Tiny pada game ke 2. Membuat jerAx leluasa melakukan toss pada musuh atau teman dan sukses dalam melakukan ganking. Topson juga sukses di midlane dengan sangat overwhelming di mid dengan menguasai mid pada mid awal dengan monkey king. Team OG tidak pernah ragu-ragu dalam melakukan ganking dalam game ke 2 ini, sekali lihat musuh saat melakukan smoke. Pasti langsung dilibas habis dengan kombo mereka. Biasanya Ana yang melakukan inisiasi dengan ember spirit, yang kemudian di backup opeh teman 1 teamnya. Liquid tidak dapat bertahan lama dan kemudian game selesai dengan gg call dari team Liquid pada menit ke 32.

Berjalannya Game 3 The International 2019

Pada game 3, team OG lebih menunjukan keunggulannya dibanding Team Liquid. Bingungnya adalah, liquid tetap pada plan untuk pick Tidehunter dan Templar Assasin hero andalan w33haa. Sedangkan untuk hero Tiny tidak diban atau di deny pick oleh Liquid yang menyebabkan dipick lagi oleh OG. Pada game ini tidak usah dibahas lagi bahwa Liquid dibantai oleh OG. Dan waktu yang berjalan hanya membutuhkan 23 menit sebelum gg call oleh Team Liquid. Kombo yang menarik adalah ketika Faceless Void melakukan chrono yang kemudian Tiny melakukan toss untuk memasukan musuh kedalam chrono.

Bisa dibilang saat Ana melakukan Chrono selalu pada saat yang tepat. Dia tidak pernah terpancing melakukan chrono yang percuma, meski ada Tidehunter dihadapannya. Chrono yang dilakukan selalu efektif dan membuat team wipe atau kemenangan pada clash. Permainan yang super pada Ana sebagai carry OG ini yang merupakan carry terbaik di Dota 2 saat ini.

Game Terakhir The International 2019 OG Dota 2 Menang

Game terakhir ini cukup menarik dengan Ana memakai IO carry. Dan ditemani oleh support abbadon yang merupakan kombo heal krusial dalam game ini. Yang kemudian Team Liquid tidak melakukan pick Tidehunter dan Templar Assasin lagi. Melainkan memainkan BB carry untuk mengahiri game secara cepat. Memang benar diawal game Liquid sudah bisa mengepush hingga tier 3 dengan waktu yang cepat. Namun semua itu dipunish dengan timing IO level 15 dan aghanim yang tepat. Karena, disaat itu Topson Gyrocopter juga sudah mengantongi diffusal blade khusus untuk BB miracle. Sedangkan ana sudah mengantongi level 15 IO dengan Aghanim scepter.

Terjadilah titik comeback yang membuat liquid harus team wipe dan akhirnya OG mengakhiri game dengan cepat yaitu 24 menit. Itu, benar-benar permainan yang memukau dari OG.

Admin

Seorarang yang selalu belajar tentang hal baru dan kehidupan, serta mampu menuangkannya dalam bentuk tulisan menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)