New Normal dan Herd Immunity Jadi Cara Untuk Menjalani Hidup

Selama dunia belum menemukan obat atau vaksin untuk Covid-19, kita mungkin harus menyesuaikan diri dengan “normal baru”. Yang berarti cara baru untuk hidup dan menjalani hidup, pekerjaan, dan interaksi kita dengan orang lain.

Harap diingat bahwa kita mungkin harus hidup di “normal baru” untuk waktu yang sangat lama.

Banyak penyakit yang disebabkan oleh virus tidak dapat disembuhkan sampai hari ini, bahkan flu biasa. Tidak ada vaksin untuk banyak virus juga.

Tapi kami telah belajar menyesuaikan gaya hidup kami untuk hidup bersama mereka.

Lihat HIV (human immunodeficiency virus). Ini telah ada sejak 1980-an, dan mungkin bahkan sebelum itu, meskipun tidak tersebar luas.

Kami masih belum menemukan vaksin untuk itu.

Kami memiliki obat anti-retroviral yang dapat mengendalikan penyakit, tetapi tidak menyembuhkannya.

Tapi kami telah belajar beradaptasi dengan HIV di dunia.

Orang-orang menggunakan kondom saat berhubungan seks untuk mencegah kemungkinan penyebaran atau penularan virus, serta penyakit menular seksual lainnya.

Kaum homoseksual, yang berisiko lebih tinggi tertular virus, menjalani tes HIV tahunan.

Kita mungkin harus beradaptasi dengan Covid-19 juga, sampai obat atau vaksin ditemukan, atau jika kekebalan kawanan berkembang terhadapnya.

Tidak seperti HIV, Covid-19 jauh lebih menular dan menular, dan tidak benar-benar terkait dengan gaya hidup tertentu.

Oleh karena itu, tingkat adaptasi kita dan perubahan yang harus kita lakukan dalam hidup kita jauh lebih tinggi.

Adaptasi dan perubahan ini dianggap sebagai “new normal” kami.

Baca juga: Supplier Essential Oil , Distributor Chemical di Indonesia , Supplier Chemical Jakarta

Akankah Herd Immunity Menjadi Bagian Dari New Normal ?

Kami harap demikian! Tetapi banyak ilmuwan berpendapat bahwa hal itu tidak mudah dicapai tanpa vaksin.

Mereka mencontohkan penyakit gondongan yang disebabkan oleh virus gondongan, yang merupakan salah satu virus paling menular di dunia.

Ia memiliki tingkat reproduktif 10 hingga 12. Ini berarti bahwa jika satu orang mendapatkannya, ia dapat menularkannya kepada 10 atau 12 orang!

Gondongan punya vaksin. Ini adalah bagian dari vaksin MMR (campak, gondok, rubella) yang didapat bayi saat lahir di Malaysia.

Untuk penyakit gondongan, kami membutuhkan 92% orang yang tinggal di Malaysia untuk kebal (baik dengan mendapatkan vaksin atau terinfeksi gondongan itu sendiri, seperti saya!) Untuk melindungi penduduk lainnya dari penyakit tersebut.

Untungnya, Covid-19 tidak begitu menular dibandingkan penyakit gondongan. Diperkirakan memiliki tingkat reproduksi tiga.

Ini berarti setiap satu orang yang terinfeksi dapat terus menulari tiga orang lainnya.

Loading…

Baca juga:

Orysu

Seorarang yang selalu belajar tentang hal baru dan kehidupan, serta mampu menuangkannya dalam bentuk tulisan menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)